Pulau Sempu Destinasi Paling Istimewa di Pulau Jawa - Siapa yang ndak kenal Pulau Sempu ? Pulau Sempu adalah pulau kecil di selatan Pulau Jawa dan berada di daerah, Jawa Timur. Pulau Sempu begitu terkenal sampai ke turis mancanegara sebagai salah satu karena keindahan Segara Anakan. Konon banyak orang menyebutkan Segara Anakan adalah “The Beach” dari Indonesia. Jika kita mencari informasi tentang Pulau Sempu di internet, kita akan menemukan begitu banyak artikel tentang Pulau Sempu terutama Segara Anakan.
Di pulau Sempu terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144 lebih jenis burung spesies baru dan mamalia dan hewan langka lainnya.di pulau ini juga masih ada beberapa macan Tutul serta 20 spesies Macan Kumbang yang terkadang binatang buas itu masih sering tampak di sekitar Telaga Lele dan Teluk Semut,kawasan yang berstatus cagar alam itu memiliki hutan yang masih terjaga dengan baik,Meskipun dulu pernah menjadi lahan latihan militer untuk survival selebihnya, kawasan pulau sempu terlarang untuk berlatih perang-perangan karena status cagar alamnya.
Saat ini muncul website resmi pariwisata Indonesia mempromosikannya sebagai salah satu destinasi andalan Indonesia. Begitu pula website Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur pun menyebutkan Pulau Sempu sebagai salah satu potensi wisata,media-media besar tak mau kalah mengeksposnya sebagai ‘salah satu surga tersembunyi Indonesia yang wajib dikunjungi’. Hingga pada akhirnya, masyarakat umum pun berpikiran bahwa wisata ke Pulau Sempu adalah hal wajar.
Segara Anakan memang tempat yang sangat indah untuk dikunjungi. Dengan daratan yang tidak luas atau terkesan sempit, Segara Anakan akan menjadi “lautan manusia” ketika dikunjungi wisatawan dalam jumlah yang besar. Tujuan para wisatawan sebagian besar untuk melakukan camping meskipun ada pula yang datang sejenak untuk menikmati keindahnya. Tepi pantai Segara Anakan akan berubah menjadi warna-warni karena tertutup tenda -tenda yang didirikan wisatawan.
Bagi para nelayan yang menyewakan perahunya untuk menyeberang ke Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru adanya long weekend dan jumlah pengunjung yang tidak dibatasi merupakan rejeki yang sangat besar. Pengunjung cukup mengeluarkan Rp. 100.000,00 untuk menyewa perahu dengan fasilitas diantar ke Pulau Sempu dan dijemput dari Pulau Sempu. Jika di satu sisi para nelayan menjadi untung, tidak demikian dengan masalah yang timbul di Pulau Sempu saat long weekend tiba. Hal pertama yang akan muncul adalah jumlah sampah plastik dari bungkus makanan atau minuman yang sangat banyak.
Satwa-satwa seperti burung, ular, primata, babi hutan akan terganggu aktifitasnya dengan kehadiran manusia dalam jumlah besar. Tidak hanya satwa yang terganggu,anakan pohon menjadi banyak yang mati karena terinjak pengunjung saat melintasi jalan setapak saat menuju Segara Anakan. Terumbu karang di Teluk Semut banyak yang mati karena sering diinjak ketika turun atau naik ke perahu. Masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan akibat jumlah pengunjung yang tidak dibatasi.
Beberapa hal yang ada di benak kita ketika mengalami hal tersebut, yaitu bukankah status Pulau Sempu adalah Cagar Alam tetapi mengapa jumlah pengunjung sangat banyak dan tidak ada pembatasan jumlah pengunjung? Bukankah Cagar Alam tidak difungsikan sebagai tempat wisata? Bagaimana pengelolaan Cagar Alam Pulau Sempu yang sebenarnya? Apakah kondisi tersebut juga dialami cagar alam lainnya? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak kita.
Kita tentunya tidak ingin ekosistem Cagar Alam Pulau Sempu khususnya di Segara Anakan menjadi rusak, berbagai macam satwa dan flora terganggu aktifitasnya atau menjadi mati, keeksotisan Pulau Sempu menjadi hilang, dan para nelayan penyewa perahu menjadi kehilangan mata pencahariannya. Marilah kita bersama-sama dengan pengelola Cagar Alam Pulau Sempu dan masyarakat menjaga salah satu kekayaan alam Indonesia tersebut.
Terlepas dari polemik boleh tidaknya Pulau Sempu dimanfaatkan sebagai tempat wisata, setiap yang datang tetap wajib menjaga kelestarian dan kebersihan.
Do not take anything except pictures (jangan mengambil apapun kecuali gambar).
Do not leave anything except traces (jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak ).
Do not kill nothing but time (jangan membunuh apapun kecuali waktu).



No comments:
Write komentar