Blog Archive

QUICKLY TO SERVE
Cepat Respon dalam melayani kebutuhan paket city tour Malang
SERVICE FIRST
Berdedikasi dan Komitmen untuk berupaya membantu melayani pelanggan zhafira tour secara baik
PROFESIONAL DRIVER
Handal, Berpengalam, dan Profesional dalam mengemudi berstandart SOP Perusahaan
  • Pernah keliling kota malang dan drivernya zhafira orangnya assik, nyaman hapak dengan wilayah kota malang... ga nyesel pakai jaza zhafira

    Ibu Elfi - Pontianak

  • Pernah 5 kali di malang menggunakan jasa zhafira di antar keliling wisata di malang dan bromo, pelayanannya bagus, drivernya ramah saya puas pakai zhafira

    Ibu Rohaya Mukhtar - Brunai Darussalam

  • Selalu menggunakan jasa zhafira bila datang ke malang bersama rombongan

    Ibu Titin - Pontianak

  • Tour bersama zhafira puas dan nyaman

    Ibu Novi - Balikpapan

    • About
    • History
    • How We Work

    But though the Lakeman had induced the seamen to adopt this sort of passiveness in their before conduct, he kept his own counsel him.

    The transition had been so sudden and so unexpected that it left me for a moment forgetful of aught else than my strange metamorphosis.

    But I could not well believe this, as I could feel my heart pounding against my ribs from the exertion of my efforts to release myself.

    Zhafira Tours

    Let,s Go Everywhere
    Berwisata merupakan salah satu kegiatan yang positif untuk menyeimbangkan kehidupan anda, dengan wisata anda akan mendapatkan suasana baru yang lebih menyenangkan dan lebih fun tentunya. Zhafira Tour yang bergerak di dalam bidang pariwisata dan tour siap membantu anda, sahabat, dan keluarga untuk mengunjungi dan menikmati panorama indonesia.
    Bromo Midnight
    Each had sat concept and back team after leaving and if just her wanted powersful and adverts
    Bromo 2 Day 1 Night
    Each had sat concept and back team after leaving and if just her wanted powersful and adverts
    Fun Rafting 2 Day 1 Night
    Each had sat concept and back team after leaving and if just her wanted powersful and adverts
    Madakaripura Waterfall
    Each had sat concept and back team after leaving and if just her wanted powersful and adverts
    Kawah Ijen
    Each had sat concept and back team after leaving and if just her wanted powersful and adverts
    All in One
    Each had sat concept and back team after leaving and if just her wanted powersful and adverts

    Fanspage

    Layanan & Informasi

    Jl. S. Supriadi 171, Malang, Indonesia
    085102555970
    24 Jam Non Stop
    zhafirainfo@gmail.com

    Wednesday, December 28, 2016

    Pulau Sempu Destinasi Paling Istimewa di Pulau Jawa

    Pulau Sempu Destinasi Paling Istimewa di Pulau Jawa - Siapa yang ndak kenal Pulau Sempu ? Pulau Sempu adalah pulau kecil di selatan Pulau Jawa dan berada di daerah, Jawa Timur. Pulau Sempu begitu terkenal sampai ke turis mancanegara sebagai salah satu karena keindahan Segara Anakan. Konon banyak orang menyebutkan Segara Anakan adalah “The Beach” dari Indonesia. Jika kita mencari informasi tentang Pulau Sempu di internet, kita akan menemukan begitu banyak artikel tentang Pulau Sempu terutama Segara Anakan.


    Yang sebenarnya Pulau Sempu merupakan kawasan cagar alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur,Secara geografis Pulau Sempu terletak diantara 112° 40′ 45″ – 112° 42′ 45″ bujur timur dan 8° 27′ 24″ – 8° 24′ 54″ lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi selatan, timur dan barat.

    Pulau Sempu memiliki empat ekosistem yakni ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem danau dan hutan tropis dataran rendah. Sesuai penelitian beberapa ahli, iklim kawasan pulau Sempu termasuk tipe C dengan curah hujan rata-rata 2.132 mm per tahun. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober dan April, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Juli sampai September



    Di pulau Sempu terdapat lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144 lebih jenis burung spesies baru dan mamalia dan hewan langka lainnya.di pulau ini juga masih ada beberapa macan Tutul serta 20 spesies Macan Kumbang yang terkadang binatang buas itu masih sering tampak di sekitar Telaga Lele dan Teluk Semut,kawasan yang berstatus cagar alam itu memiliki hutan yang masih terjaga dengan baik,Meskipun dulu pernah menjadi lahan latihan militer untuk survival selebihnya, kawasan pulau sempu terlarang untuk berlatih perang-perangan karena status cagar alamnya.

    Saat ini muncul website resmi pariwisata Indonesia mempromosikannya sebagai salah satu destinasi andalan Indonesia. Begitu pula website Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur pun menyebutkan Pulau Sempu sebagai salah satu potensi wisata,media-media besar tak mau kalah mengeksposnya sebagai ‘salah satu surga tersembunyi Indonesia yang wajib dikunjungi’. Hingga pada akhirnya, masyarakat umum pun berpikiran bahwa wisata ke Pulau Sempu adalah hal wajar.

    Segara Anakan memang tempat yang sangat indah untuk dikunjungi. Dengan daratan yang tidak luas atau terkesan sempit, Segara Anakan akan menjadi “lautan manusia” ketika dikunjungi wisatawan dalam jumlah yang besar. Tujuan para wisatawan sebagian besar untuk melakukan camping meskipun ada pula yang datang sejenak untuk menikmati keindahnya. Tepi pantai Segara Anakan akan berubah menjadi warna-warni karena tertutup tenda -tenda yang didirikan wisatawan.

    Bagi para nelayan yang menyewakan perahunya untuk menyeberang ke Pulau Sempu dari Pantai Sendang Biru adanya long weekend dan jumlah pengunjung yang tidak dibatasi merupakan rejeki yang sangat besar. Pengunjung cukup mengeluarkan Rp. 100.000,00 untuk menyewa perahu dengan fasilitas diantar ke Pulau Sempu dan dijemput dari Pulau Sempu. Jika di satu sisi para nelayan menjadi untung, tidak demikian dengan masalah yang timbul di Pulau Sempu saat long weekend tiba. Hal pertama yang akan muncul adalah jumlah sampah plastik dari bungkus makanan atau minuman yang sangat banyak.



    Satwa-satwa seperti burung, ular, primata, babi hutan akan terganggu aktifitasnya dengan kehadiran manusia dalam jumlah besar. Tidak hanya satwa yang terganggu,anakan pohon menjadi banyak yang mati karena terinjak pengunjung saat melintasi jalan setapak saat menuju Segara Anakan. Terumbu karang di Teluk Semut banyak yang mati karena sering diinjak ketika turun atau naik ke perahu. Masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan akibat jumlah pengunjung yang tidak dibatasi.

    Beberapa hal yang ada di benak kita ketika mengalami hal tersebut, yaitu bukankah status Pulau Sempu adalah Cagar Alam tetapi mengapa jumlah pengunjung sangat banyak dan tidak ada pembatasan jumlah pengunjung? Bukankah Cagar Alam tidak difungsikan sebagai tempat wisata? Bagaimana pengelolaan Cagar Alam Pulau Sempu yang sebenarnya? Apakah kondisi tersebut juga dialami cagar alam lainnya? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak kita.

    Kita tentunya tidak ingin ekosistem Cagar Alam Pulau Sempu khususnya di Segara Anakan menjadi rusak, berbagai macam satwa dan flora terganggu aktifitasnya atau menjadi mati, keeksotisan Pulau Sempu menjadi hilang, dan para nelayan penyewa perahu menjadi kehilangan mata pencahariannya. Marilah kita bersama-sama dengan pengelola Cagar Alam Pulau Sempu dan masyarakat menjaga salah satu kekayaan alam Indonesia tersebut.

    Terlepas dari polemik boleh tidaknya Pulau Sempu dimanfaatkan sebagai tempat wisata, setiap yang datang tetap wajib menjaga kelestarian dan kebersihan.

    Do not take anything except pictures (jangan mengambil apapun kecuali gambar).
    Do not leave anything except traces (jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak ).
    Do not kill nothing but time (jangan membunuh apapun kecuali waktu).

    Tuesday, December 27, 2016

    Pulau Gili Labak

    Surga kecil ini terletak di kota Sumenep Madura, yaitu Wisata Pantai di Pulau Gili Labak (Labek) yang keindahannya merupakan kreasi Tuhan Yang Maha Sempurna. Letak Pulau Gili Labek ini berada di Desa Kombang, Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Tepatnya, lokasi pulau yang hanya dihuni oleh sekitar 35 kepala keluarga dan memiliki luas 5 hektar ini berada di sebelah tenggara kota Sumenep. 
    Gili-labak
    Sedikit para wisatawan yang tahu kalo sumenep madura memiliki pulau cantik nan jelita. Nama pulau ini dulunya adalah pulau tikus. Karena dulunya tempat ini adalah sarang tikus. Karena keindahan pulau ini melebihi nama aslinya (pulau tikus), Pulau ini diganti namanya menjadi Pulau Gili Labak, yang lebih enak disebut dengan dialek bahasa madura.
    Pulau ini dapat ditempuh kurang lebih 2 jam dari pelabuhan kalianget, Pelabuhan paling ujung timur pulau madura. Letak Pulau ini cukup tersembunyi bahkan di atlas yang beli di toko pun tidak menampakkan pulau ini dí peta jawa timur. Luas Pulaunya yang hanya selapangan sepakbola sehingga membutuhkan skala lebih besar untuk muncul di peta.
    Gili-labak3

    Spot andalan dari pulau ini adalah keindahan biota bawah laut yang akan memuaskan para penghobi snorkeling dan diving. Hamparan gugusan terumbu karang dan warna-warni keberagaman ikan lautnya akan membuat Anda betah berlama-lama berwisata disana. Selain itu, hamparan pasir putih bersih dan pemandangan laut biru dengan desiran ombaknya yang tenang menambah pesona keindahan pulau yang masih perawan dan terpencil ini.

    API ABADI


    Api tak kunjung padam, sebuah sebuah tempat wisata yang begitu menakjubkan terdapat di Pulau Madura bagian timur ini, tepatnya terletak di desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan dari kota pamekasan. Jengkah begitu masyarakat setempat menyebut tempat wisata ini. tempat ini sangat unik karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia. tempat wisata yang biasa disebut sebagai api tak kunjung padam ini merupakan sebuah wisata alam yang masih alami, sebuah wisata yang boleh dibilang hot (panas) karena wisata ini berkaitan dengan pesona pemandangan api yang tak pernah mati (abadi).
    api-abadi
     
    Api tak kunjung padam ini merupakan api abadi yang tidak pernah padam meski diguyur hujan lebat sekalipun. bukan berarti api ini akan tetap hidup di waktu hujan, melainkan mati apabila hujan dan akan menyala kembali setelah hujan berhenti. Nyala api tak kunjung padam ini berada di dalam lingkaran pagar, jadi warga sekitar tidak perlu takut api ini akan menjalar ke rumah mereka. jika tanah disekitar titik api ini digali maka akan timbul nyala api yang besar berwarna biru seperti pada kompor gas dan bertekanan udara. Pemilik kawasan wisata Api tak kunjung padam ini adalah bapak H.Ali. menurut beliau tanah ini adalah warisan turun temurun keluarganya. banyak mitos yang menceritakan asal mula terbentuknya api tak kunjung padam ini.

    Menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda bernama Hadagi yang belajar agama islam. dan kemudian ia menyebarkan ajaran islam didesa larangan tokol tersebut. karena kepandaiannya ia memperoleh julukan “Ki Moko” dari warga sekitar. suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. ikan itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng (Bahasa madura). kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang sebagai mas kawinnya. peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.

    Kemudian pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Peristiwa ajaib pun kembali terjadi. seketika itu muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi. dan titik api itulah yang hingga kini masih terus menyala dan dinamakan dengan api tak kunjung padam. Usut punya usut ternyata tanah dikawasan itu mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan O2, maka terjadilah fenomena api menyala yang tak kunjung padam itu. Sebenarnya terdapat dua tempat dimana api abadi itu menyala dan masih dalam satu kawasan yang berdekatan. yang pertama berada ditempat yang biasa dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun asing dan disebut dengan Apoy Lake (Api laki-laki). Satunya berada tepat didekat pintu masuk (di tengah sawah) yang biasa disebut dengan Apoy Bine’ (Api wanita).

    PUNCAK B 29

    Puncak B29 Lumajang Desa Argosari Senduro merupakan salah satu tempat wisata di kawasan Wisata Gunung Bromo yang layak anda singgahi. Karena lokasi Puncak B29 Lumajang masih terdapat dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bukit 29 (B29) mempunyai ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang merupakan puncak tertinggi dikawasan pegunungan lereng Bromo Tengger. Letaknya tepat di sisi tenggara dari Wisata Gunung Bromo tepatnya di desa Argosari, kec. Senduro sekitar 40 Km dari kota Lumajang.
    puncakB29-1
    Untuk menuju ke Puncak B29 Argosari memang membutuhkan sedikit adrenalin . Rute jalan menuju tempat wisata ini cukup berliku dan berkelok-kelok sepanjang lereng Gunung Semeru dari arah Kecamatan Senduro, sekitar 40 kilometer dari arah Kota Lumajang. Dari Kecamatan Senduro, ditempuh dengan rute nuansa pedesaan hingga tiba di Desa Argosari.
    Dari desa ini untuk ke puncak B-29 ditempuh melaui jalur beraspal yang sudah bagus.
    Desa Argosari menyuguhkan wisata alam yang sangat indah. Perkebunan sayur mayur seperti bawang prei, kubis, kol , kentang, wortel, dan cabe membuat nuansa khas desa di pegunungan sagat khas.
    Terasering perkebunan yang tertata rapi dan indah mejadi daya tarik juga. Dari puncak B 29 lumajang terdapat dua pemandangan indah yaitu menuju wilayah perkebunan Argosari yang sejajar dengan pegunungan Mahameru (Gunung Semeru ) dan Kawasan wisata bromo yang meliputi Lautan pasir bromo dengan hamparan awan putih khas dari pemandangan bromo sunrise.
    puncakB29-3
    Juga indahnya sunrise maupun sunset yang seulah berdiri di atas awan.

    Deskripsi dan Sejarah Kota Kediri

    Tentang Kota KediriKota Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 130 km sebelah barat daya Surabaya dan merupakan kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang menurut jumlah penduduk. Kota Kediri memiliki luas wilayah 63,40 km² dan seluruh wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Kediri. Kota Kediri terbelah oleh sungai Brantas yang membujur dari selatan ke utara sepanjang 7 kilometer.
    Kediri dikenal merupakan pusat perdagangan utama untuk gula dan industri rokok terbesar di Indonesia.Di kota ini juga, pabrik rokok kretek Gudang Garam berdiri dan berkembang. Pada tahun 2010, Kediri dinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia yaitu Most Recommended City for Investment berdasarkan survey oleh SWA yang dibantu oleh Business Digest, unit bisnis riset grup SWA.
    Selain itu juga dikenal sebagai kota TAHU, dimana kota yang memiliki ciri khas makanan tahu atau TTL ( Tahu Takwa Luar biasa).
    Dikota ini, juga dapat kita temui berbagai tempat wisata dan juga pusat perbelanjaan besar. Seperti halnya Sri Ratu, Kediri Mall, Dhoho Plaza, Ketos (Kediri Town Square), Ramayana, Ufo, dan juga Golden.
    Sejarah Kota KediriSejarah berdirinya Kabupaten Kediri bisa dikategorikan dalam beberapa fase. Fase pertama di mulai pada jaman kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga. Airlangga yang waktu bergelar CRIMAHARAJA RAKELAHU CRILO-KESWARA DHARMAWANGSA AIRLANGGA ANANTA WIKRAMA-TUNGGADEWA telah berhasil menyatukan daerah-daerah kerajaan Dharmawangsa yang telah pecah-belah akibat pengaruh Sriwijaya. Sesuai dengan kehidupan orang Hindu, Airlangga ingin memenuhi kewajibannya yaitu menjadi pertapa, dan sebelum mengundurkan diri pada tahun 1041 ia membagi kerajaanmenjadi dua bagian untuk kedua putranya.
    Adapun pembagian kerajaan sebagai berikut :1. Bagian Timur: Kerajaan Jenggala denga ibukota Kahuripan meliputi daearah Surabaya, Malang dan Besuki.
    2. Bagian Barat: Kerajaan Panjalu atau Kadiri meliputi daerah Kediri, Madiun dengan ibukota Dahapura.
    Ketika Airlangga menjadi pertapa, Ia dikenal dengan nama JATIWINDRA atau MAHARESI GENTAYU hingga akhir hidupnya tahun 1049. Abu jenasahnya dimakamkan dilereng Gunung Peanggungan. Fase kedua adalah dimana Kerajaan Kadiri bermula. Seusai era kerajaan Jenggala, berdirilah satu kerajaan bernama Panjalu dan terkenal dengan nama Dhaha, letak ibukotanya kira-kira di kota Kediri sekarang ini. Pada pertengahan abad ke-11 mulailah sejarah kerajaan Kadiri, dengan SRI JAYAWARSA sebagai raja pertama yang memerintah pada tahun 1104-1115 M.

    Raja Kadiri terakhir adalah KERTAJAYA yang memerintah pada tahun 1185-1222 M, ia memerintah dengan sewenang-wenang hingga timbul pemberontakan yang melemahkan kerajaan. Seperti pertentangan-pertentangan antara Kertjaya dengan golongan Pendeta.
    Golongan Pendeta menyingkir ke Tumapel (Ken Arok) dan selanjutnya mengadakan pemberontakan. Penyerangan Tumapel (Ken Arok) pada tahun 1222 telah meruntuhkan kerajaan Kadiri, mulailah tahta kerajaan diduduki oleh Ken Arok dan Kerajaan dipindah ke Singosari.
    Dalam masa kepemimpinan kerajaan Singosari, yang di pegang oleh Kertanegara, terdapat beberapa keberhasilan yang bisa diraih dalam pemerintahan Kartanegara tersebut, seperti :
    • Mempersatukan Nusantara
    • Pembinaan menjadi Negara Maritim yang teguh
    • Membantu perkembangan agama Syiwa dan Budha
    • Dengan berkembangnya kekuasaan Singosari, hal ini menimbulkan kecurigaan negara-negara sekitarnya, lebih-lebih kerajaan Mongol Cina) dibawah Kaisar Kubilai Khan, yang ingin merebut tanah air kita.
    Fase berikutnya masuk sejak dikuasainya Nusantara oleh pemerintahan Hindia Belanda.
    Pada tahun 1906, berdasarkan Staasblad no. 148 tertanggal 1 maret 1906, mulai berlaku tanggal 1 April 1906 dibentuk Gemeente Kediri sebagai tempat kedudukan Resident Kediri, sifat pemerintahan otonom terbatas dan sudah mempunyai Gemeente Road sebanyak 13 orang, yang terdiri atas 8 orang golongan Eropa dan yang disamakan, 4 orang Pribumi (Inlander) dan 1 orang Bangsa Timur Asing, dan berdasarkan Stbl No. 173 tertanggal 13 Maret 1906 ditettapkan anggaran keuangan sebesar f. 15.240 dalam satu tahun, pada tanggal 1 Nopember 1928 berdasarkan Stbl No. 498 menjadi Zelfstanding Gemeenteschap mulai berlaku tanggal 1 Januari 1928 (menjadi otonom penuh). Setelah Belanda menyerah kepada Jepang pada tanggal 10 Maret 1942, maka Kota Kediri pun mengalami perubahan pemerintahan. Karena wilayah kerja Gemeente Kediri yang begitu kecil dan tugasnya sangat terbatas oleh pemerintah Jepang daerahnya diperluas menjadi daerah kota sekarang daerah Kediri Shi dikepalai oleh Shicho.
    Kediri Shi terdiri dari 3 Son dikepalai oleh Shoncho Son itu terdiri dari beberapa Ku dikepalai Kucho Pemerintahan Kediri Shi dipimpin oleh seorang Shicho (Walikotamadya) tidak saja menjalankan pemerintahan otonomi tetapi juga menjalankan algemeen bestuur (Pemerintahan Umum). Hanya di bidang otonomi tidak didampingi oleh DPRD. Wewenang penuh ditangan Kediri Shicho.
    Setelah menyerahnya Jepang kepada Sekutu, habislah sejarah Pemerintah Jepang di Kediri, maka Pemerintah beralih kepada RI. Mula-mula walikota Kediri didampingi oleh Komite Nasional Kotamadya, kemudian daerah berkembang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
     

    BOSAMBA RAFTING

    Salah satu obyek yang termasuk dalam wisata minat khusus di Kabupaten Bondowoso adalah Arung Jeram. Obyek wisata yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso ini menyajikan olah raga wisata dengan keindahan alam yang dilalui sepanjang perjalanan membuat daerah ini tidak hanya ingin dinikmati oleh masyarakat Bondowoso saja, akan tetapi para pecinta olah raga arum jeram dari daerah lain juga tidak ketinggalan untuk menikmatinya. Akses menuju tempat ini sangat mudah karena dapat di lewati oleh transportasi umum.
     
    Bosamba-refting2
    Arung jeram Bosamba terletak di desa Tamankrocok, kecamatan Wonosari, kabupaten Bondowoso, berjarak sekitar 12 Km dari kota Bondowoso, Debit air sungai ini berhulu dari Pegunungan di sekitar wilayah Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso dan bergabung dengan beberapa anak sungai lainnya dan bermuara di wilayah kab Situbondo. Tipe Sungai ini di kategorikan tenang pada musim kemarau tapi sangat deras bila musim Hujan dan cenderung berpotensi menjadi banjir, Hal ini dikarenakan Sungai ini menjadi induk atau pertemuan dari beberapa anak sungai yang ada di wilayah kab. Bondowoso.
    Bosamba-refting1


    “BOSAMBA” Rafting (BOndowoso SAmpean BAru) nama ini sesuai dengan aliran yang di lalui yaitu Sungai Sampean Baru untuk dijadikan Lokasi Wisata Air yang Cukup Menantang. Waktu tempuh yang bisa kita nikmati sekitar 2-3 jam melalui berbagai type arus yang akan dilalui dengan pemandangan dinding tebing pada jalur aliran sungai yang cukup mengesankan seolah – olah kita masuk Gua atau Terowongan tanpa Atap dan pada titik tertentu kita bisa dapatkan sarang kelelawar yang banyak di kedua sisi tebing aliran sungai. Salah satu tempat Start Point atau Shelter berada di wilayah Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. 

    Ketentuan Bagasi & Kabin Semua Pesawat

    Garuda Indonesia
    Penumpang dewasa & anak kelas Bisnis mendapat free bagasi 30 kg, Penumpang dewasa dan anak kelas Economy mendapat free bagasi 20 kg, penumpang bayi kelas Bisnis dan kelas economy mendapat free bagasi 10kg.
    Anda hanya boleh membawa satu tas tangan yang berukuran maksimal 56cm x 36cm x 23cm dan beratnya tidak lebih dari 7kg kedalam cabin. Sebagai tambahan anda boleh membawa kotak peralatan kosmetik atau laptop.
    luggage-flight
     
    Lion Air
    Untuk penerbangan domestik dan International , Penumpang kelas ekonomi mendapat free bagasi 20kg untuk lion air , dan 15kg untuk maskapai wings air, sedangkan penumpang kelas Bisnis mendapat free bagasi 30kg.
    Penumpang Kelas Ekonomi diperbolehkan membawa barang bawaan hingga seberat 7 kg dengan dimensi 40 cm x 30 cm x 20 cm di kabin Lion Air. Berat barang bawaan di kabin tidak boleh melebihi 7 kg. Tas beroda boleh dibawa ke kabin asalkan dimensinya sama atau kurang dari dimensi yang tertera di atas.
    Penerimaan barang bawaan di kabin disesuaikan dengan ketersediaan tempat penyimpanan barang bawaan di atas kepala penumpang. Tempat penyimpanan terbatas juga tersedia di bawah kursi depan. Jika tidak ada tempat tersedia untuk menyimpan barang bawaan di kabin, maka akan dilakukan penarikan dan pemuatan barang bawaan di ruang bagasi sesuai dengan peraturan keamanan penerbangan.
    Mohon perhatikan bahwa bayi yang tidak disediakan tempat duduk tidak berhak atas kuota barang bawaan yang boleh di-check in dengan gratis. Barang-barang yang boleh dibawa tanpa dikenakan biaya sebagai tambahan dari kuota barang bawaan yang boleh di-check in dengan gratis (disesuaikan dengan peraturan keamanan) : Tas tangan wanita, buku saku atau dompet yang sesuai untuk perjalanan normal dan yang tidak digunakan untuk tempat penampungan alat-alat yang dihitung sebagai barang bawaan. Mantel, syal atau selimut, Kamera kecil dan/atau teropong kecil, Makanan bayi untuk dikonsumsi selama penerbangan, Keranjang pembawa bayi, Payung atau tongkat jalan, Bahan bacaan dalam jumlah yang wajar, Kursi roda yang dapat dilipat untuk orang cacat dan/atau sepasang tongkat pemapah dan/atau kawat gigi atau alat prostetik lainnya yang harus digunakan oleh penumpang.
    Sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku, penumpang dianjurkan untuk: Tidak menerima paket apa pun dari penumpang yang tidak dikenal, Tidak meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan di waktu kapan pun, terutama di dalam wilayah bandara. Barang bawaan yang tidak dijaga dapat dicurigai dan disita oleh staf keamanan bandara.
    Menyatakan bahwa penumpang sedang membawa senjata atau bahan peledak sebelum check-in. Pernyataan semacam itu termasuk ke dalam pelanggaran Undang-Undang dan Peraturan Pesawat Terbang
    Sriwijaya Air
    Bagasi yang dapat Anda bawa maksimal 20 kg untuk semua jurusan kecuali Jakarta – Tanjung Pinang – Jakarta seberat 15 kg. Selebihnya Anda akan dikenakan biaya tambahan.
    Kami sarankan untuk mengemas bagasi Anda dengan baik, agar terhindar dari kerusakan.
    Demi kenyamanan Anda, sangat tidak disarankan menyimpan barang berharga di dalam bagasi.
    Kami membatasi jenis binatang yang dapat dibawa ke dalam kabin. Silahkan kontak kantor penjualan kami untuk prosedur lebih detail.
    Citilink
    Free untuk bagasi sampai dengan 20Kg
    Penumpang Kelas Ekonomi diperbolehkan membawa barang bawaan hingga seberat 7 kg dengan dimensi 56 cm x 36 cm x 23 cm di kabin Citilink. Berat barang bawaan di kabin tidak boleh melebihi 7 kg. Tas beroda boleh dibawa ke kabin asalkan dimensinya sama atau kurang dari dimensi yang tertera di atas.
    Transnusa
    Free bagasi rute ruteng/lewoleba/rote/sabu/atambua/larantuka sebesar 10 Kg;rute ujung pandang sebesar 20 kg; bayi tidak mendapat free bagasi, Selain rute tersebut diberlakukan 15 kg/penumpang
    Semua macam/jenis alat olah raga termasuk dalam allowance bagasi Penumpang sesuai rute tujuan dan/atau dihitung sebagai bagasi normal.
    Trigana Air
    Jatah bagasi : 20Kg untuk B737 dan 10 atau 15 Kg untuk ATR72-200 untuk beberapa rute spesifik Trigana Air Service sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    Bagasi Cuma – Cuma diberikan sebesar :
    20 kg untuk rute :
    Pangkalan Bun – Cengkareng – Pangkalan Bun
    Pangkalan Bun – Semarang – Pangkalan Bun
    Pangkalan Bun – Surabaya – Pangkalan Bun
    Solo – Banjarmasin – Solo
    Solo – Balikpapan – Solo (via Banjarmasin)
    Solo – Berau – Solo (via Balikpapan & Banjarmasin)
    Berau – Balikpapan – Banjarmasin – Balikpapan – Berau
    15 kg untuk rute :
    Pontianak – Natuna – Pontianak
    Ketapang – Semarang – Ketapang (via Pangkalan Bun)
    Ketapang – Surabaya – Ketapang (via Pangkalan Bun)
    Ketapang – Cengkareng – Ketapang (via Pangkalan Bun)
    Ketapang –Solo –Ketapang (via Pangkalan Bun)
    Ketapang – Banjarmasin – Ketapang (via Pangkalan Bun)
    Banjarmasin – Pontianak – Banjarmasin (via Pangkalan Bun & Ketapang)
    Pangkalan Bun – Balikpapan – Pangkalan Bun
    Pangkalan Bun – Berau – Pangkalan Bun
    Pangkalan Bun – Solo – Pangkalan Bun
    Jayapura – Wamena – Jayapura
    Wamena – Dekai – Wamena
    10 kg untuk rute :
    Pangkalan Bun – Ketapang – Pangkalan Bun
    Pangkalan Bun – Pontianak – Pangkalan Bun (via Ketapang)
    Ketapang – Pontianak – Ketapang
    Kalstar Aviation
    Jatah bagasi : 20Kg untuk B737 dan 10Kg untuk ATR42.
    Bagasi Tas tangan standar dengan maksimum berat 7Kg dan dimensi ukuran 40x30x15cm. ( Jet Boeing 737)
    Satu tas tangan standar dengan maksimum berat 5Kg dan dimensi ukuran 40x30x15cm. Propeller (ATR 42-300)
    Untuk booking tiket pesawat silahkan hubungi Cs Zhafiratrans ! (kontak ada di sidebar)
     

    Monday, December 26, 2016

    Hutan Mangrove

    Surabaya patut berbangga karena memiliki Hutan Mangrove Wonorejo karena sebagai salah kota kota besar di Indonesia, kota Surabaya masih tetap memperhatikan pelestarian lingkungan. Di pihak lain, dengan adanya hutan Mangrove ini kota Surabaya juga ikut terselamatkan dari bahaya erosi dan banjir terutama di bulan-bulan pasang pantai. Hutan Mangrove Wonorejo, di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), yang masih dalam tahap pengembangan oleh pemerintah kota ini, selain difungsikan sebagai bendungan juga dapat dimanfaatkan sebagai wisata air dan ekowisata.
    hutan-mangrove2
    Dengan pengembangan berkelanjutan oleh pemkot Surabaya, hutan Mangrove Wonorejo ini seringkali menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan domestik maupun internasional.
    Dengan model ekosistem nya yang unik, hutan Mangrove merupakan tempat pembelajaran yang sangat menarik bagi pelajar-pelajar di Surabaya. Banyak variasi tumbuhan dan berbagai burung-burung yang hanya bisa ditemui di ekosistem hutan bakau, sehingga seringkali tempat ini menjadi kunjungan wisata utama bagi sekolah-sekolah untuk melakukan kunjungan wisata singkat bagi anak didiknya. Bagi yang ingin liburan ke Surabaya.
    Hutan-Mangrove-Wonorejo-2

    Deskripsi dan Sejarah Kota Situbondo

    Sejarah Kota SitubondoSITUBONDO Berdasarkan Legenda Pangeran Situbondo, nama Kabupaten Situbondo berasal dan narna Pangeran Situborido atau Pangeran Aryo Gajah Situbondo, dimana sepengetahuan masyarakat Situbondo bahwa Pangeran Situbondo tidak pernah menampakkan diri, hal tersebut dikarenakan keberadaannya di Kabupaten Situbondo kemungkinan sudah dalam keadaan meninggal-dunia akibat kekalahan pertarungannya dengan Joko Jumput, sehingga hanya ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala) Pangeran Situbondo yang ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan dan sekarang dijadikan Ibukota Kabupaten Situbondo.Sedangkan menurut pemeo yang berkembang di masyarakat, arti kata SITUBONDO berasal dan kata : SITI = tanah dan BONDO ikat, hal tersebut dikaitkan dengan suatu keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di tanah Situbondo, Kenyataan mendekati kebenaran karna banyak orang pendatang yang akhirnya menetap di Kabupaten Situbondo.
     
    Legenda Pangeran SITUBONDOPengeran Situbondo atau Pengeran Aryo Gajah Situbondo besaral dan Madura, pada suatu ketika dia ingin meminang Putri Adipati Suroboyo yang terkenal cantik, maka datanglah Pangeran Situbondo ke Surabaya untuk melamar Putri Adipati Suroboyo, namun sayang keinginan Pangeran Situbondo sebenarnya ditolak oleh Adipati Suroboyo, akan tetapi penolakannya tidak secara terus-terang hanya diberi persyaratan untuk membabat hutan di sebelah Timur Surabaya, padahal persyaratan tersebut hanyalah suatu alasan yang maksudnya untuk mengulur-ulur waktu saja, sambil merencanakan siasat bagaimana caranya dapat menyingkirkan Pangeran Situbondo.
    Kesempatan Adipati Suroboyo menjalankan rencananya terbuka ketikakeponakannya yang bernama Joko Taruno dan Kediri, karena rupanya Joko Taruno juga bermaksud menyunting putrinya, dan Adipati Suroboyo tidak keberatan namun dengan syarat Joko Taruno harus mengalahkan Pangeran Situbondo terlebih dahulu. Terdorong keinginannya untuk menyunting sang putri, maka berangkatlah Joko Taruno ke hutan untuk menantang Pangeran Situbondo, namun sayang Joko Taruno kalah dalam pertarungan tetapi kekalahannya tidak sampai terbunuh, sehingga Joko Taruno masih sempat mengadakan sayembara bahwa "barang siapa bisa mengalahkan Pangeran Situbondo akan mendapatkan hadiah separuh kekayaannya".
    Mendengar sayembara tersebut datanglah Joko Jumput putra Mbok Rondo Prabankenco untuk mencoba, maka ditantanglah Pangeran Situbondo oleh Joko Jumput, dan ternyata dalam pertarungan tersebut dimenangkan Joko Jumput, sedangkan Pangeran Situbondo tertendang jauh ke arah Timur hingga sampai di daerah Kabupaten Situbondo ditandai dengan ditemukannya sebuah 'odheng' (ikat kepala) Pangeran Situbondo, yang tepatnya ditemukan di wilayah Kelurahan Patokan yang sekanang menjadi Ibukota Kabupaten Situbondo.
    Selanjutnya kembali ke Surabaya dimana di hadapan Adipati Suroboyo kemenangan Joko Jumput atas Pangeran Situbondo diakui oleh Joko Taruno sebagai kemenangannya, namun Adipati Suroboyo tidak begitu saja mempercayainya, maka untuk membuktikannya' disuruhlah keduanya bertarung untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya. Akhirnya pada saat pertarungan terjadi Joko Taruno tertimpa kutukan menjadi patung "Joko Dolog" akibat kebohongannya. 
    Sejarah Kota SITUBONDOSejarah Kabupaten Situbondo tidak terlepas dari sejarah Karesidenan Besuki, sehingga kita perlu mengkaji terlebih dahulu sejarah Karesidenan Besuki. Yang membabat Karesidenan Besuki pertama kali adalah Ki Pateh Abs (± th 1700) selanjutnya dipasrahkan kepada Tumenggung Joyo Lelono. Karena pada saat itu juga Belanda sudah menguasai Pulau Jawa (± th 1743) terutama di dáerah pesisir termasuk pula Karesidenan Besuki dan dengan segala tipu-dayanya, maka pada akhirnya Tumenggung Joyo Lebono tidak berdaya hingga Karesidenan Besuki dikuasai sepenuhnya oleh Belanda.
    Pada masanya (± th 1798) Pemerintahan Belanda pernah kekurangan keuangan untuk membiayai Pemerintahannya, sehingga Pulau Jawa pernah dikontrakkan kepada orang China, kemudian datanglah Raffles (± th 1811 - 1816) dan Inggris yang mengganti kekuasaan Belanda dan menebus Pulau Jawa, namun kekuasaan Inggris hanya bertahan beberapa tahun saja, selanjutnya Pulau Jawa di kuasai kembali oleh Belanda, dan diangkatlah Raden Noto Kusumo putra dan Pangeran Sumenep Madura yang bergelar Raden Tumenggung Prawirodiningrat I (± th 1820) sebagai Residen Pertama Karesidenan Besuki.
    Dalam masa Pemerintahan Kacten II banyak membantu I-'emenntaii Belanda dalam membangun Kabupaten Situbondo, antara-lain Pembangunan Dam Air Pintu Lima di Desa Kotakan Situbondo.
    setelah Raden Prawirodiningrat I meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah kaden Prawirodiningrat II (± th 1830). Dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II banyak menghasilkan karya yang cukup menonjol antara-lain berdirinya Pabrik Gula di Kabupaten Situbondo, dimulai dan PG. Demas, PG. Wringinanom, PG. Panji, dan PG. Olean, maka atas jasanya tersebut Pemerintah Belanda memberikan hadiah berupa "Kalung Emas Bandul Singa".
    Perlu diketahui pula pada masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat II wilayahnya hingga Kabupaten Probolinggo, terbukti salah seorang putranya yang bernama Raden Suringrono menjadi Bupati Probolinggo.
    Setelah Raden Prawirodiningrat II meninggal-dunia sebagai penggantinya adalah Raden Prawirodiningrat III (± th 1840). Tetapi dalam masa Pemerintahan Raden Prawirodiningrat III perkembangan Karesidenan Besuki kalah maju dibanding Kabupaten Situbondo, mungkin karena di Kabupaten Situbondo mempunyai beberapa pelabuhan yang cukup menunjang perkembangannya, yaitu antara-lain : Pelabuhan Panarukan, Kalbut dan Jangkar, sehingga pada akhimya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Situbondo dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Dipoetro diangkat sebagai Bupati Pertama Kabupaten Situbondo, dan wilayah Karesidenan Besuki dibagi menjadi 2 yaitu: Besuki termasuk Suboh ke arah Barat hingga Banyuglugur ikut wilayah Kábupaten Bondowoso dan Mlandingan ke arah Timur hingga Tapen ikut wilayah Kabupaten Situbondo, hal ini terbukti dan logat bicara orang Besuki yang mirip dengan logat Bondowoso dan logat bicara orang Prajekan mirip dengan logat Situbondo.
    Perubahan Nama  KABUPATENPada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan Ibukota Situbondo, sehingga dahulu pada masa Pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (± th 1808 - 1811) yang membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa dikenal dengan sehutan "Jalan Anyer - Panarukan" atau lebih dikenal lagi "Jalan Daendels", kemudian seiring waktu berjalan barulah pada masa Pemerintahan Bupati Achmad Tahir (± th 1972) diubah menjadi Kabupaten Situbondo dengan Ibukota Situbondo, berdasankan Peratunan Pemerintah RI Nomor. 28 / 1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan Pemerintah Daerah.
    Perlu diketahui pula bahwa Kediaman Bupati Situbondo pada masa lalu belumlah berada di lingkungan Pendopo Kabupaten namun masih menempati rumah pribadinya, baru pada masa Pemerintahan Bupati Raden Aryo Poestoko Pranowo (± th 1900 - 1924), dia memperbaiki Pendopo Kabupaten sekaligus membangun Kediaman Bupati dan Paviliun Ajudan Bupati hingga sekarang ini, kemudian pada masa Pemerintahan Bupati Drs. H. Moh. Diaaman, Pemerintah Kabupaten Situbondo memperbaiki kembali Pendopo Kabupaten
    Sumber : situbondokab.go.id
     
     
     
     
     
     
     
     

    TAMAN NASIONAL BALURAN

    Taman Nasional Baluran adalah padang savana terluas di Pulau Jawa dengan spesies hewan dan tumbuhan yang beragam. Berkunjung ke lokasi ini membuat Anda seoalah berada di Afrika. Itulah mengapa Taman Nasional ini sering disebut sebagai Afrikanya Indonesia. Di sini Anda akan disuguhi pemandangan kawanan rusa yang berlarian menuju genangan air untuk minum, para merak yang melebarkan ekornya, gerombolan kerbau dan gajah, belasan elang yang terbang untuk mencari makan sampai monyet yang bergelantungan di pohon. Pemandangan yang sama persis seperti yang bisa Anda temukan di Afrika.
    taman-nasional-baluran-1

    Selain gerombolan hewan yang bebas beraktivitas di alam bebas Anda juga akan disuguhi pemandangan 444 spesies tumbuhan asli yang khas seperti widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), dan mimba (Azadirachta indica). Ketiga tumbuhan ini adalah spesies tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi sangat kering. Saat tumbuhan lain sudah mulai kering, ketiga spesies ini masih tetap hijau.
    Selain 444 spesies tumbuhan, di sini juga terdapat 26 jenis mamalia dan 155 jenis burung. Mamalia yang hidup di Taman Nasional Baluran ini seperti banteng, kijang, macan tutul, kancil, dan kucing bakau. Ada juga beberapa burung langka seperti seperti layang-layang api, tuwuk / tuwur Asia, ayam hutan merah, kangkareng, rangkong, dan bangau tong-tong.
    Taman Nasional Baluran adalah perwakilan ekosistem hutan kering di Pulau Jawa dengan tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan hijau. 40 persen vegetasi savana mendominasi Taman Nasional ini.
    taman-nasional-baluran-2
    Iklim di Taman Nasional Baluran termasuk iklim kering tipe F dengan temperatur 27,2ºC-30,9º C dengan tingkat kelembapan udara 77% dan dipengaruhi oleh arus angin tenggara yang kuat. Dengan suhu yang tergolong kering, saat musim kemarau air di permukaan tenah akan menjadi sangat terbatas
    Lokasi bagus lainnya adalah Pantai Bawa, Di sekitar pantai ini terdapat kawasan konservasi dan hutan magrove yang sayang untuk dilewatkan. Harap berhati-hati saat berada di kawasan ini, karena ada banyak monyet berkeliaran yang siap mengambil kamera, dan barang bawaan Anda yang lainnya.
    taman-nasional-baluran-3

    Waktu terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran adalah pada bulan Maret sampai Agustus. Antara bulan Juli sampai Agustus, Anda bisa menyaksikan perkelahian antar rusa, para monyet yang berburu kepiting, dan tarian burung merak.
    Anda dilarang untuk mengganggu, merusak, mengambil, atau berburu flora dan fauna yang ada di sini.

    Deskripsi dan Sejrah Kota Probolinggo

    Tentang Kota ProbolinggoKota Probolinggo adalah sebuah kota di provinsi jawa timur, indonesia. Terletak sekitar 100 km sebelah tenggara surabaya, Kota Probolinggo berbatasan dengan selat madura di sebelah utara, serta kabupaten probolinggo di sebelah timur, selatan, dan barat. Probolinggo merupakan kota terbesar keempat di Jawa Timur setelah surabaya, malang, dan kediri. 
    Menurut jumlah penduduk. Kota ini terletak di wilayah tapal kuda, Jawa Timur dan menjadi jalur utama pantai utara yang menghubungkan pulau jawa dengan pulau bali.
    Sejarah Kota Probolinggo
    Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389), Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, nama sungai yang mengalir di tengah daerah Banger ini. Banger merupakan pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama Banger dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Pujangga Kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca.
    Sejalan dengan perkembangan politik kenegaraan/kekuasaan di zaman Kerajaan Majapahit, pemerintahan di Banger juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan zaman. Semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger, kemudian berkembang manjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu, di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo), Raja Blambangan berkuasa, Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan, dikuasai pula oleh Bre Wirabumi. Bahkan Banger menjadi kancah perang saudara antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang dikenal dengan “Perang Paregreg”.
    Pada masa Pemerintahan VOC, setelah kompeni dapat meredakan Mataram, dalam perjanjian yang dipaksakan kepada Sunan Pakubuwono II di Mataram, seluruh daerah di sebelah Timur Pasuruan (termasuk Banger) diserahkan kepada VOC pada tahun 1743. Untuk memimpin pemerintahan di Banger, pada tahun 1746 VOC mengengkat Kyai Djojolelono sebagai Bupati Pertama di Banger, dengan gelar Tumenggung. Kabupatennya terletak di Desa Kebonsari Kulon. Kyai Djojolelono adalah putera Kyai Boen Djolodrijo (Kiem Boen), Patih Pasuruan. Patihnya Bupati Pasuruan Tumenggung Wironagoro (Untung Suropati). Kompeni (VOC) terkenal dengan politik adu dombanya. Kyai Djojolelono dipengaruhi , diadu untuk menangkap/membunuh Panembahan Semeru, Patih Tengger, keturunan Untung Suropati yang turut memusuhi kompeni. Panembahan Semeru akhirnya terbunuh oleh Kyai Djojolelono. Setelah menyadari akan kekhilafannya, terpengaruh oleh politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono menyesali tindakannya. Kyai Djojolelono mewarisi darah ayahnya dalam menentang/melawan kompeni. Sebagai tanda sikap permusuhannya tersebut, Kyai Djojolelono kemudian menyingkir, meninggalkan istana dan jabatannya sebagai Bupati Banger pada tahun 1768, terus mengembara/lelono.
    Sebagai pengganti Kyai Djojolelono, kompeni mengangkat Raden Tumenggung Djojonegoro, putra Raden Tumenggung Tjondronegoro, Bupati Surabaya ke 10 sebagai Bupati Banger kedua. Rumah kabupatennya dipindahkan ke Benteng Lama. Kompeni tetap kompeni, bukan kompeni kalau tidak adu domba. Karena politik adu domba kompeni, Kyai Djojolelono yang tetap memusuhi kompeni ditangkap oleh Tumenggung Djojonegoro. Setelah wafat, Kyai Djojolelono dimakamkan di pasarean “Sentono”, yang oleh masyarakat dianggap sebagai makam keramat.
    Di bawah pimpinan Tumenggung Djojonegoro, daerah Banger tampak makin makmur, penduduk tambah banyak. Beliau juga mendirikan Masjid Jami’ (± Tahun 1770). Karena sangat disenangi masyarakat, beliau mendapat sebutan “Kanjeng Djimat”. Pada tahun 1770 nama Banger oleh Tumenggung Djojonegoro (Kanjeng Djimat) diubah menjadi “Probolinggo” (Probo : sinar, linggo : tugu, badan, tanda peringatan, tongkat). Probolinggo : sinar yang berbentuk tugu, gada, tongkat (mungkin yang dimaksud adalah meteor/bintang jatuh). Setelah wafat Kanjeng Djimat dimakamkan di pasarean belakang Masjid Jami’.

    sumber : probolinggokota.go.id
    Sumber : Wikipedia

    PEKALEN RAFTING

    Sungai Pekalen merupakan tempat wisata alam yang menyuguhkan pengalaman seru berpetualang arum jeram. Tempat wisata petualangan arum jeram ini berlokasi di Kabupaten Probolinggo atau tepatnya di desa Ranu Gendang, Tiris, Probolinggo, Jawa Timur. Dari hari ke hari tempat wisata ini pun makin diminati para wisatawan baik wisatawan lokal atau mancanegara. Para wisatawan terutama para rafter mengaku merasa tertantang untuk menjajal arus sungai yang memang lumayan deras.
    songa-rafting1
    Adapun salah satu tempat wisata andalan kabupaten Probolinggo ini memiliki sumber mata air Gunung Lamongan dan Gunung Argopuro. Lebar sungai mencapai kisaran 5-10 meter dengan kedalaman air kurang lebih 1-3 meter. Dengan arusnya yang deras obyek wisata ini termasuk salah satu tempat wisata rafting menantang yang patut Anda coba.
    Ada beberapa Operator yang ada di sungai pekalen,salah satunya Songa Adventure
    Sebagai rincian lengkap, badan sungai yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas rafting Probolinggo berjarak 29 km. Songa adventure sendiri terbagi menjadi 3 bagian utama, diantaranya;
    1.Sungai Pekalen Atas termasuk dalam paket Beautiful Trip dengan jarak tempuh 12 km.
    2.Sungai Pekalen Tengah termasuk dalam paket Fantastic Trip dengan jarak tempuh 7 km.
    3.Sungai Pekalen Bawah termasuk dalam paket Incredible Trip dengan jarak tempuh 10 km.
    Para rafter yang pernah menjajal derasnya arus sungai di sana bahkan memberikan gelar sungai Pekalen sebagai rafter paradise atau surganya para rafter. Pasalnya sungai Pekalen tidak hanya menawarkan arum jeram menantang dan bervariatif. Namun sungai Pekalen juga menyuguhkan sajian lengkap berupa wisata alam cantik dengan deretan gua kelelawar. Air terjunnya pun terlihat sangat memikat.


    songa-rafting2

    Sehingga bisa dijamin pengalaman arum jeram di Songa rafting akan menjadi pengalaman tidak terlupakan. Suasana alam begitu asri pastinya ampuh mengusir rasa bosan. Untuk start point arum jeram ini berada di dusun Angin-angin, Ranu Gendang. Mulai dari awal perjalanan para wisatawan akan mendapat suguhan panorama 7 air terjun, deretan goa kelelawar, dan pemandangan alam yang masih alami dengan air yang jernih.
    songa-rafting3

    Adapun jarak tempuh 12 km biasanya dapat ditempuh dalam jangka waktu kurang lebih 3,5 jam. Sepanjang trek terdapat sekitar 50 jeram misalnya Welcome, Pandawa, Batu Jenggot, Rajawali, KPLA, Xtravaganza, The Fly Matador, Tripple Ace, Cucak Rowo, Hiu, Long Rapid, dan Good Bye. Menariknya lagi ada jeram yang dinamai Inul. Alasannya tidak lain karena untuk dapat melewati jeram tersebut para wisatawan mesti bergoyang heboh seperti biduan Inul Daratista.
     

    Deskripsi dan Sejarah Kota Madura


    Tentang Kota Madura                                                                                                      Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut jawa timur. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.168 km2 (lebih kecil daripada pulau bali), dengan penduduk hampir 4 juta jiwa. Jembatan Nasional SURAMADU merupakan pintu masuk utama menuju Madura, selain itu untuk menuju pulau ini bisa dilalui dari jalur laut ataupun melalui jalur udara. Untuk jalur laut, bisa dilalui dari tanjung perak di Surabaya menuju pelabuhan kamal di bangkalan, Selain itu juga bisa dilalui dari pelabuhan jangkar Situbondo menuju pelabuhan kalianget di Sumenep, ujung timur Madura.
    Pulau Madura bentuknya seakan mirip badan sapi, terdiri dari empat Kabupaten, yaitu : bangkalan, sampang, pamekasan dan sumenep. Madura, Pulau dengan sejarahnya yang panjang, tercermin dari budaya dan keseniannya dengan pengaruh islamnya yang kuat. 
    Pulau Madura didiami oleh suku madura yang merupakan salah satu etnis suku dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20 juta jiwa. Mereka berasal dari pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura banyak tinggal di bagian timur jawa timur biasa disebut wilayah tapal kuda, dari Pasuruan sampai utara banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa Jawa, juga termasuk Surabaya Utara ,serta sebagian Malang.
    Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan, masyarakat Madura juga dikenal hemat, disiplin, dan rajin bekerja keras (abhantal omba' asapo' angen). Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan masyarakat Madura, mereka memiliki sebuah falsafah: katembheng pote mata, angok pote tolang. Sifat yang seperti inilah yang melahirkan tradisi carok pada sebagian masyarakat Madura.
    Sejarah Kota MaduraLegenda menarik di balik asal-usul keberadaan Pulau Madura, Jawa Timur. Seorang putri raja tiba-tiba hamil hanya karena mimpi di suatu malam. Ada sebuah kerajaan di atas pegunungan Tengger, bernama Kerajaan Medangkamulan.Saat itu, kerajaan dipimpin oleh Prabu Gilingwesi yang sangat dihormati dan disegani rakyatnya. Raja dibantu oleh perdana menteri yang gagah berani nan cerdik bernama Patih Pranggulang,meskipun Kerajaan Medangkamulan adil dan makmur, namun Prabu Gilingwesi resah lantaran putrinya yang cantik jelita, Putri Raden Ayu Tunjungsekar tak mau bersuami. Kendati banyak lamaran datang kepadanya dari para putra mahkota kerajaan-kerajaan tetangga namun semuanya ditolak.Suatu malam, Putri Raden Ayu Tunjungsekar tidur sangat pulas. Dalam tidurnya, dia bermimpi sedang berjalan-jalan di tengah kebun yang sangat indah. 
    Dari kejauhan, terdengar tembang seorang pangeran yang sangat merdu. Ketika sedang menikmati keindahan itu, tiba-tiba bulan purnama muncul di langit yang bersih tanpa awan. Dia sangat terpesona melihat sinar bulan yang sangat lembut itu.Bulan itu pun turun makin lama makin rendah. Putri Tunjungsekar heran, melihat peristiwa itu setelah dekat, hingga bulan itu masuk ke Putri Tunjungsekar. Pada saat itulah, Putri Tunjungsekar terbangun dari tidurnya. Dia terkejut, kemudian mencoba untuk mengartikan mimpi itu. Beberapa bulan setelah mimpi itu, Putri Tunjungsekar ternyata hamil. Kejadian ini, tentu saja membuat Prabu Gilingwesi merasa terpukul dan murka. Dia tidak percaya, jika kehamilan putrinya itu diakibatkan karena mimpi. Kemudian, Prabu Gilingwesi memutuskan untuk menghukum Putri Tunjungsekar. "Patih...!", kata raja dengan nada sangat marah, "Bawalah Putri Tunjungsekar ke hutan, dan di sana bunuhlah dia sebagai hukuman atas kesalahannya.” Patih Pranggulang pun berangkat.
    Setelah berjalan sehari semalam, sampailah mereka di hutan yang sangat lebat yang kebetulan dekat dengan laut. Mereka berhenti di tempat tersebut. “Ki Patih", ujar Tunjungsekar. "Silakan hukuman mati untukku dilaksanakan. Tetapi ingat, kalau Ki Patih tidak bisa membunuhku, berarti aku memang tidak bersalah," sambung Tunjungsekar. ”Baik, Tuan Putri", jawab Ki Patih.
    Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat, dia mengayunkan pedang ke Putri Tunjungsekar. Namun, sebelum menyentuh tubuh Putri Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah.
    Ki Patih memungut pedang itu, kemudian berusaha mengayunkan ke leher Putri Tunjungsekar, tetapi sebelum menyentuh leher sang Putri, pedangnya malah terpental jauh. Ki Patih tidak putus asa. Dia mencoba lagi, tetapi tetap gagal. Kali ini bahkan pedangnya terpental makin jauh. “Tuan Putri, kiranya benar apa yang Tuan putri katakan. Tuan Putri memang tidak bersalah”, kata Ki Patih.
    ”Karena itu, sebaiknya Tuan Putri segera pergi meninggalkan tempat ini. Hamba akan membuat rakit untuk Tuan Putri. Berakitlah melalui laut ini, hamba yakin nanti Tuan Putri akan menemui daratan. Hamba sendiri tidak akan pulang ke kerajaan, tetapi akan bertapa di sini untuk mendoakan agar Tuan Putri selamat,” tambahnya. Tunjungsekar pun kemudian menaiki rakit yang telah dibuat Ki Patih. Ketika sampai di tengah laut pada suatu malam, kebetulan waktu itu bulan sedang purnama, perut Tunjungsekar terasa sangat sakit.
    Ketika bulan benar-benar di atas Tunjungsekar lahirlah seorang bayi laki-laki yang mungil dari perut Tunjungsekar. Bayi itu didekapnya dengan penuh kasih sayang. Karena lahir di laut, bayi itu diberi nama Raden Sagara. Sagara dalam bahasa Madura sama dengan segara dalam bahasa Jawa, artinya laut.
    Beberapa hari kemudian pada suatu pagi tampaklah di mata Tunjungsekar sebuah pulau. Dia kemudian mendekatinya. Ketika rakit yang dinaikinya sudah menepi di pulau itu, Tunjungsekar sambil mendekap bayinya turun dari rakit.
    Tiba- tiba hal aneh terjadi. Ketika sampai di darat, Raden Sagara yang baru berumur beberapa hari tiba-tiba melocat ke tanah. Ia pun kemudian berlari kesana kemari dengan riangnya. Tubuh Raden Sagara pun cepat bertambah besar. Raden Sagara dan ibunya berjalan terus. Pulau itu sangat sepi, tidak ada manusia lain kecuali mereka berdua. Mereka kemudian tiba di sebuah tanah yang lapang. Dalam bahasa Madura tanah lapang disebut ra-ara atau hampir sama dengan ara-ara dalam bahasa Jawa. Di sudut tanah lapang, Raden Sagara melihat sebatang pohon. Dia mendekati pohon itu. Di dahan paling rendah ada sarang lebah yang cukup besar. Ketika Raden Sagara mendekat lebah-lebah bertebangan menjauh, seolah-olah mempersilahkan Raden Sagara untuk mengambil madunya.
    Kemudian Raden Sagara pun dapat menikmati madu bersama ibunya sepuas-puasnya. Karena mereka menemukan madu di tanah lapang yang luas, tempat itu kemudian diberi nama Madura, yaitu berasal dari kata madu era – ara, artinya madu di tanah yang lapang.
    Raden Sagara pun kemudian hidup bersama ibunya, dan kelak di kemudian hari, ia menjadi raja memerintah Pulau Madura untuk kali.

    Sumber : daerah.sindonews.com 

    Sumber : wikipedia

    Makam AER MATA AROSBAYA

    Situs Aer Mata, yang terletak di Dusun/Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Komplek situs sejarah yang terletak di sisi utara, sekitar 30 Km dari arah kota,

    Aer_Mata_Bangkalan1

    atau kurang lebih 30 menit perjalanan darat tersebut menyimpan banyak fakta dan cerita sejarah, termasuk peninggalan berupa makam Islam kuno, yang disertai dengan arsitektur budaya Hindu-Budha yang telah berkembang sebelumnya.

    Dalam konteks harfiah sendiri, Aer Mata memiliki arti yang tak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia, yakni air mata. Asal usul komplek pemakaman Aer Mata sendiri berasal dari kisah Pangeran Cakraningrat I (Raden Praseno), yang memerintah Pulau Madura dalam kurun waktu sekitar tahun 1624-1648.
    Saat menjalani masa pemerintahan tersebut, Cakraningrat I mempunyai seorang permaisuri yang konon sangat cantik jelita, dengan nama Syarifah Ambami yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Ratu Ibu. Saat masa pemerintahan Cakraningrat I sendiri, Madura lebih banyak dikendalikan dari Mataram. Pasalnya, saat itu, tenaga, pikiran, dan kepiawaian Cakraningrat I juga dibutuhkan oleh Sultan Agung, selaku pimpinan Mataram. "Melihat keadaan yang seperti itu (ditinggal bertugas), membuat beliau (Syarifah Ambami) sedih. Siang malam menangis, meratapi dirinya yang terus ditinggal sang suami," ujar Slamet, yang juga merupakan penulis buku Makam Aer Mata: Makam Kanjeng Ratoe Iboe Syarifah Ambami 1546-1569.
    Aer_Mata_Bangkalan2

    Saat hatinya gelisah dan dirundung kesedihan, menurut Slamet, akhirnya Syarifah Ambami sendiri memilih untuk menyendiri di tempat yang sepi (bertapa). Dalam masa pertapaan tersebut, Syarifah memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar kelak tujuh turunannya dapat ditakdirkan menjadi penguasa pemerintahan Pulau Madura. Usai bertapa dan berfirasat, jika yang diminta bakal terkabul, Syarifah pun memilih pulang ke Kabupaten Sampang. Selang beberapa tahun kemudian, Pangeran Cakraningrat I datang dari Mataram, bergegas pergi mencari Syarifah yang kemudian mendapat gelar Ratu Ibu. Saat bertemu dengan Cakraningrat I, perasaan Ratu Ibu berbunga-bunga, bahkan menceritakan kalau dirinya habis bertapa dan meminta agar tujuh turunannya menjadi pemimpin Madura. Mendengar cerita tersebut, Cakraningrat I sendiri bukan malah bangga, sebaliknya dia kecewa karena cuma berdoa tujuh turunan saja.
    Pasca mendengar cerita dari Ratu Ibu, akhirnya Cakraningrat I memutuskan untuk kembali lagi ke Mataram. "Nah, mungkin merasa bersalah pada sang suami, Ratu Ibu sedih, memilih kembali untuk bertapa di tempat yang sama," tegas Slamet. Saat menjalani masa pertapaan, yang diyakini oleh warga sekitar bertempat di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Ratu Ibu terlihat bersedih dan terus menerus menangis. Bahkan, dalam cerita dari warga sekitar, air mata yang keluar sampai membanjiri tempat pertapaan beliau. Itu terjadi hingga beliau wafat dan dikebumikan di tempat pertapaannya. Sampai sekarang tempat pertapaan tersebut, menjadi situs bersejarah yang oleh warga sekitar dinamakan Makam Aer Mata Ratu Ibu,

    LETS GO EVERYWHERE